Makanan Pokok untuk Menyapih Anak Dua Tahun

Bayi hingga usia enam bulan tercukupi kebutuhan gizinya hanya dengan menyusu ASI. Mulai enam bulan, meski ASI tetap diberikan hingga anak berusia dua tahun, si kecil perlu mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Secara bertahap, anak kemudian mulai mengonsumsi makanan pokok. Lalu, bagaimana jika di atas usia dua tahun, anak masih menyusu ASI?

Tidak ada salahnya memberikan ASI di atas usia dua tahun. Namun, akan lebih baik jika anak mulai belajar mengonsumsi makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Menyapih anak di atas usia dua tahun kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Menurut Sugeng Eko Irianto, MPS, PhD, ahli nutrisi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, memberikan makanan pokok pada batita dapat menjadi salah satu metode penyapihan.

“ASI setelah anak berusia di atas dua tahun mulai berkurang. Pada waktu inilah makanan pokok anak semestinya mulai dipenuhi. ASI setelah usia dua tahun sebagai pelengkap. Anak boleh saja menyusu, namun makanan pokoknya harus cukup. Makanan pokok juga bisa menjadi metode penyapihan bagi anak di atas usia dua tahun yang masih menyusu,” ungkapnya di Jakarta, Sabtu (14/9/2013).

Sugeng memaparkan, ASI yang semakin berkurang jumlahnya saat anak berusia di atas dua tahun, juga mengurangi kandungan gizi. Karenanya anak memerlukan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Masalahnya, orangtua kerap khawatir anak kurang nutrisinya karena makanan yang dikonsumsi minim nilai gizi. Alhasil, orangtua mengandalkan susu atau bahkan masih memberikan ASI kepada anak di atas dua tahun. 

Kekhawatiran akan minimnya kandungan gizi pada makanan, justru semakin bertambah terkait faktor lingkungan seperti bahan makanan yang tercemar pestisida misalnya. Berbagai kekhawatiran akan kualitas makanan ini, jika tak segera disikapi dengan baik, dapat menyulitkan pemberian makanan pokok pada anak.

Padahal, menurut Sugeng, yang terpenting bagi balita adalah terpenuhi kebutuhan nutrisinya dari makanan pokok yang diasupnya.

Melatih anak makan sejak enam bulan
Pemberian makanan pokok pada balita sebaiknya juga dilakukan bertahap. MPASI sejak usia anak enam bulan menjadi tahapan awalnya.

“Dulu, MPASI diberikan pada anak usia empat bulan. Hasil penelitian kemudian menunjukkan MPASI sebaiknya diberikan mulai enam bulan. Empat bulan masih terlalu dini, bahkan anak bisa kekurangan gizi jika MPASI diberikan sejak empat bulan karena pada masa ini ASI masih sumber nutrisi yang sempurna,” jelas Sugeng.

Memberikan MPASI pada usia empat bulan terlalu dini karena sistem pencernaan bayi belum sempurna. Jika tetap diberikan, risikonya bayi menderita diare dan konstipasi.

Pemberian MPASI pada bayi enam bulan juga sebaiknya dilakukan bertahap. Sesuaikan tahapan makan bayi dengan kemampuan cerna.

“Mulai dengan makanan yang encer terlebih dahulu. Boleh juga mencampur buah dengan ASI, atau membuat bubur susu dengan ASI sebagai campurannya,” ungkapnya.

Saat mengenalkan makanan pada bayi enam bulan, Sugeng juga menyarankan orangtua memberikan variasi makanan.

“Jangan monoton, semakin bervariasi jenis makanannya, anak semakin mengenal berbagai jenis, rasa, tekstur makanan. Memori bayi sangat tinggi pada masa ini. Jadi anak belajar mengenal berbagai jenis makanan pertamanya,” tuturnya.

Dengan memberikan MPASI secara bervariasi, kebutuhan gizi bayi juga terpenuhi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s